Mengenali Diri Sendiri.

8 02 2008

Melalui tulisan ini saya ingin berbagi pegalaman saya mengajar bahasa inggris. Saat ini saya sedang mengajarkan teks tertulis bergenre naratif pada siswa siswi saya di kelas IX SMP Negeri 1 Banjarbaru. Ada 1 pengalaman menarik yang ingin saya bagi pada teman-teman terutama guru-guru bahasa bahwa ternyata ada 1 hal positif bisa kita dapat sebagai folow-up dari pembelajaran teks naratif. Apabila kita hanya melihat pada standar kompetensi dan kompetensi dasar membaca mungkin target kita cukup sampai siswa bisa memahami isi teks, ciri-ciri kebahasaan, maksud/ tujuan teks, atau maksimal tentang pesan moral dari teks. Selanjutnya, kita, guru akan merasa bangga kalau sampai siswa kita mampu menceritakan kembali isi teks tersebut dengan kalimatnya sendiri (tentu saja dalam bahasa Inggris).

Namun pernahkah bapak/ ibu mencoba meminta siswa kita mengevaluasi masing-masing karaktek tokoh dalam teks cerita tersebut, kemudian meminta mereka memberi point positif atau negatif dari tiap-tiap karakter tersebut? Apabila sudah pernah, Alhamdulillah. Karena kalau saya lihat dari pertanyaan-pertanyaan reading comprehension yang ada pada buku-buku paket selama ini pada umumnya masih berkisar pada tingkatan pertanyaan C1 dan C2 saja, jarang-jarang ada pertanyaan pada tingkatan C3. Nah, disinilah fungsi kita sebagai guru dapat dimaksimalkan untuk menambahkan pemahaman siswa kita terhadap isi teks yang dibacanya dengan memberikan beberapa pertanyaan tambahan secara lisan atau tertulis. Pertanyaan-pertanyaan tambahan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan proses berfikir siswa kearah berfikir lebih kritis. Dengan kata lain, tidak asal membuat pertanyaan, tapi cobalah membuat pertanyaan-pertanyaan yang lebih dari sekedar pertanyaan ingatan atau pertanyaan yang jawabannya dapat langsung ditemukan dari dan diambil dari kalimat-kalimat yang ada dalam teks.

Dari pengalaman saya mengajar 2 minggu terakhir ini, saya sangat merasakan dampak positif dari pemberian pertanyaan tambahan untuk teks naratif, yaitu 1) What are the characteristics of each character?. 2) Identify which is positive or negative one!. Katakan juga pada siswa kita bahwa tidak ada manusia sempurna, karena itu mereka harus dapat menemukan sifat positif dan negatif dari tiap karakter. Dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut siswa tidak hanya belajar mengevaluasi yang merupakan kemampuan berfikir tingkat tinggi dan kritis, namun juga sekaligus dapat menambah perbendaharaan kosakata mereka berkenaan dengan kata-kata sifat.

Selanjutnya, sebagai folow up dari kegiatan pembelajaran membaca tersebut, saya minta siswa-siswi saya meng-explore diri masing-masing kemudian men-jot down sifat-sifat mereka baik yang positif maupun yang negatif secara jujur (untuk diri mereka sendiri tidak untuk diketahui orang lain). Kemudian untuk PR, saya minta mereka melanjutkan perenungan bagaimana agar sifat-sifat negatif yang mereka miliki dari catatan yang telah mereka buat itu bisa dirubah menjadi positif.

Hasilnya, pada pertemuan berikutnya benar-benar diluar dugaan saya. Alhamdulillah, saya merasa proses belajar dikelas terasa lebih kondusif. Kelas lebih bersih, tanggung jawab siswa untuk menyelesaikan tugas semakin baik, tidak lagi mengobrol saat diberi penjelasan, lebih konsentrasi dan lebih responsif.


Actions

Information

3 responses

19 04 2008
eswee

Ibu, salam kenal ya.. saya mengajar di SMAN 4 Bjb.

5 05 2008
taufik79

Kita sama2 masih bayi, dan kita perlu banyak belajar dari seorang bayi, tentang kepolosan, tentang kejujuran, tentang kasih dan sayang, tentang keajaiban, de el el… Salam kenal dan sukses!! mari kita saling berbagi dan sharing informasi di dunia per-blog-an banua. Eureka!

6 05 2008
suhadinet

Selamat ya bu! Terus berbuat untuk dunia pendidikan kita, dan salam kenal dari seorang guru dari danau panggang.

Leave a comment

You must be logged in to post a comment.